Rabu, 11 Desember 2019

DHCP



DHCP 
Dynamic Host configuration Protocol (DHCP) adalah protokol client/server yang secara otomatis memberikan alamat IP host dengan alamat IP dan informasi dari konfigurasi lainnya yang terkait seperti subnet mask dan default gateway. RFC 2131 dan 2132 mendefinisikan protokol DHCP sebagai Engineering Task Force (IETF) standar internet berdasarkan Bootstrap Protocol (BOOTP), sebuah protokol dengan memberikan banyak detail implementasi DHCP. DHCP memungkinkan host untuk mendapatkan konfigurasi informasi TCP/IP yang diperlukan dari server DHCP. Kelebihan DHCP 1. Realiable IP address configuration (diandalkan dan nyata). DHCP meminimalkan konfigurasi yang disebabkan oleh konfigurasi alamat IP pengguna seperti kesalahan penulisan atau konflik alamat disebabkann oleh penugasan alamat IP untuk lebih dari satu komputer pada waktu yang sama. 2. Redunced network administrator (mengurangi admin jaringan). DHCP mencakup beberapa fitur untuk mengurangi admin jaringan, seperti berikut : a. Terpusat dan otomatis konfigurasi TCP/IP b. Kemampuan untuk menentukan konfigurasi TCP/IP dari server. c. Kemampuan untuk menetapkan berbagai tambahan konfigurasi TCP/IP melalui option DHCP. d. Penanganan efisiensi perubahab alamat IP untuk client yang harus sering diperbarui, seperti pada laptop yang pindah lokasi yang berbeda pada jaringan nirkabel. e. Penyampaian awal pesan DHCP dengan menggunakan perantara DHCP, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk memiliki sebuah server DHCP pada setiap subnet. Teknik Detail DHCP menggunakan 2 port yang sama yang ditugaskan oleh IANA untuk melakukan BOOTP; tujuan port UDP (67) untuk mengirimkan data ke server dan port UDP (68) untuk mengirimkan data ke client. Operasi DHCP mempunyai 4 tahapan dasar yaitu IP discovery, IP lease offer, IP request, and IP lease acknowledgment. Untuk mempermudah untuk menghafalkan ini, biasanya disingkat dengan kata DORA (discovery, offer, request, acknowledgment.). Client dan server pada subnet yang sama berkomunikasi dengan cara membroadcast melalui protokol UDP. Jika client dan server berada disubnet yang berbeda, DHCP helper atau DHCP relay agent dapat digunakan. Client merequest pembaruan untuk dapat berkomunikasi langsung melalui protokol UDP secara unicast. Pada jaringan kecil, dimana hanya ada satu subnet IP yang sedang dikelola, DHCPclient berkomunikasi langsung dengan server DHCP. Namun, DHCP server juga dapat memberikan alamat IP untuk beberapa subnet. Client server yang belum mendapatkan alamat IP tidak dapat berkomunikasi dengan DHCP server menggunakan IP routing, karena tidak memiliki alamat IP routable, juga tidak tahu alamat IP dari router. Untuk memungkinkan client DHCP pada subnet tidak dilayani oleh DHCP server, DHCP relay agent dapat dipasang pada subnet tersebut. Client DHCP membroadcast pada link lokal. Relay agent menerima broadcast dan mengirimkan ke satu atau lebih server DHCP secara unicast. Relay agent menyimpan alamat IP nya sendiri di GIADDR pada paket DHCP. Server DHCP menggunakan GIADDR untuk menentukan subnet dimana relay agent menerima broadcast dan mengalokasikan alamat IP pada subnet tersebut. Ketika DHCP server membalas ke client, ia akan mengirmkan balasan ke alamat GIADDR secara unicast. Relay agent kemudian memancarkan kembali respon pada jaringan lokal. Berikut merupakan beberapa penjelasan tentang proses DHCP. 1. DHCP Discovery DHCP client akan merequest dengan cara membroadcast untuk mencari DHCP server yang aktif. 2. DHCP Offer Setelah DHCP server mendapatkan broadcast dari DHCP client, DHCP server menawarkan sebuah alamat IP kepada DHCP client. 3. DHCP Request Client meminta DHCP server untuk mendapatkan alamat IP dari salah satu alamat IP yang tersedia dalam DHCP pool pada DHCP server yang bersangkutan. 4. DHCP Acknowledgment DHCP server akan merespon permintaan dari klien dengan mengirimkan paket ACK. Kemudian DHCP server akan menetapkan sebuah alamat IP kepada client dan memperbarui data. Berikut merupakan gambar proses/prinsip kerja DHCP.
LEB DHCP SEDERANA
Router>en
Router#conf t
Router(config)#interface gig0/0/0
Router(config)#ip dhcp pool client
Router(dhcp-config)#network 192.168.100.0 255.255.255.0
Router(dhcp-config)#default-router 192.168.100.254
Router(dhcp-config)#dns-server 8.8.8.8
Router(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.100.254
Router(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.100.1 192.168.100.10

HASILNYA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar